SEBUAH KISAH KASIH CINTA SEJATI
Created
By : ASRIADI ALFAIIZ
Disadur
oleh : FIRMANSYAH
John
dan Jessica telah berumah tangga selama 7 tahun. Mereka saling mencintai, namun
Jessica sejak awal menutupi semua perasaan cintanya terhadap John. Ia begitu
takut apabila John mengetahui betapa ia mencintai pria itu, John lantas
meninggalkannya sebagaimana kekasih-kekasihnya selama ini. Tapi tidak bagi John.
Ia selalu menyatakan perasaan cintanya kepada Jessica dengan tulus dan begitu
terbuka. Setiap saat ketika bersama Jessica, John selalu menunjukkan cintanya
yang besar, seolah-olah itulah saat akhir John bersama Jessica.
Jessica
selalu bersikap tidak menyenangkan terhadap Jhon. Setiap saat dia selalu mencoba
menguji seberapa besar cinta john terhadapnya. Jessica selalu mencoba melakukan
hal-hal yang keterlaluan dan diluar batas kepada John. Meski Jessicatahu betapa
hal itu sungguh salah, namun melihat sikap John yang tetap bertahan untuk
melihat seberapa besar kesungguhan cinta pria yang dinikahinya itu.
Hari
pertama pernikahan mereka. Jessica bagun siang. Dia tidak sempat menyiapkan
sarapan untuk Jhon ketika John hendak berangkat kerja. Namun John tetap
tersenyum dan mengatakann, “Tidak apa-apa. Nanti aku bisa sarapan di kantor.”
Saat John pulang dari kantor, Jessica tidak sengaja memasak makanan yang tidak
disukai John. Meski menyadari hal itu, Jessica tetap memaksakan agar suaminya
mau makan makanan itu. John tetap
tersenyum dan berkata “Wah sepertinya sudah saatnya aku belajar menghadapi
tantangan yang hebat, sayang. Aku sudah tidak sabar untuk menyantapnya.”
Jessica terkejut, tapi tidak mengatakan apa-apa.
Tetapi
Malaikat tahu betapa malam-malam saat Jessica terlelap John memanjatkan doa,
“Tuhan. Dipagi pertama pernikahan kami Jessica tidak membuatkanku sarapan.
Padahal aku begitu ingin bercakap-cakap di meja makan bersamanya sambil
membicarakan betapa indah hari ini, dihari pertama kami menjalani kehidupan
baru sebagai suami istri. Tapi tidak apa-apa, Tuhan. Karena sepertinya Jessica
kelelahan setelah resepsi pernikahan kami tadi malam. Bantulah kekasih hatiku
ini Tuhan, agar dia boleh punya tenaga yang cukup untuk menghadapi hari baru
bersamaku besok. Tuhan. Engkau tau betapa aku tidak bisa makan spaghetti karena
pencernaanku yang tidak begitu baik. Tapi sepertinya Jessica sudah bekerja
keras untuk masak makanan itu. Mampukan aku untuk menghargai setiap apa yang
dilakukan istriku kepadaku, Tuhan. Jangan biarkan aku menyakiti perasaannya
meski itu tidak mengenakkan bagiku.”
Tahun
kedua pernikahan mereka. John membangunkan Jessica pagi-pagi untuk berdoa
bersama. Namun Jessica menolak dan lebih memilih melanjutkan tidurnya. John
tersenyum dan akhirnya berdoa seorang diri.
Sore hari sepulang kantor, John mengajak Jessica mengajak berjalan-jalan ke
taman. Meski terpaksa, Jessica akhirnya mau juga ke tempat dimana dulu
perasaannya begitu berbunga-bunga saat bersama John. Tetapi Jessica menolak
rangkulan John. Aku malu. “John tersenyum dan berkata, “Ya, aku mengerti”.
Jessica melihat kekecewaan dimata Jhon, namun tidak melakukan apapun untuk
menghilangkan kekecewaan itu. Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah
Jessica terlelap, John memanjatkan doanya.
“Tuhan.
Ampuni aku yang tidak bisa membawa isteriku untuk lebih dekat padaMu pagi hari
ini. Mungkin tidurnya kurang karena pikirannya yang sedang berat. Tapi aku
yakin, Tuhan besok Jessica mau bersama-sama denganku bercakap-cakap kepadaMu.
Tuhan, Engkau juga tahu kesedihanku saat Jessica menolak kurangkul ketika ke
taman hari ini. Tapi tidak apa-apa Dia sedang datang bulan, mungkin karena itu
perasaannya juga lebih sensitive. Mampukan aku untuk melihat suasana hati
istriku, Tuhan.”
Tahun
ketiga pernikahan mereka. Mereka kini mempunyai seorang putera bernama Mark.
Jessica menjadi tidak pernah lagi meneruskan kebiasaannya membaca bersama John
sebelum tidur. Jessica memarahi Jhon habis-habisan sore itu ketika Jhon lupa
mencuci tangan saat akan menggendong Mark ketika John pulang kerja. Jessica
tahu betapa hal itu membuat John terpukul. Namun idealismenya terhadap mendidik
Mark membuat Jessica mengabaiakan perasaan John. Dan John tetap tersenyum.
Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan
doanya.
‘’Tuhan
Engkau tahu betapa sedih hatiku saat ini. Semenjak kelahiran Mark, aku
kehilangan begitu banyak waktu bersama Jessica. Aku meindukan saat-saat kami
membaca sebelum tidur dan menciuminya sebelum ia tertidur. Tapi tidak apa-apa. Dia begitu capek
mengurusi Mark seharian saat aku bekerja di kantor. Hanya saja, biarkanlah dia
tetap terus tertidur dalam pelukanku, Tuhan.. Karena aku begitu mencintainya.
Sore tadi Jessica memarahiku karena aku lupa mencuci tangan saat menggendonk Mark, Tuhan. Aku begitu
kangen pada anakku sehingga teledor melakukan sebagaimana yang di minta
istriku. Engkau tahu betapa aku terluka
akan kata-kata Jessica, Tuhan. Tapi tidak apa-apa. Jessica mungkin hanya kuatir
terhadap kesehatan anak kami Mark apabila aku lansung
menggendongnya. Kesehatan Mark lebih
penting dar ipada harga diriku.”
Tahun
keempat pernikahan kami. Jessica tidak ingat memasak makanan kesukaan John di
hari ulang tahunnya. Terlalu sibuk belanja sehingga lupa bahwa John selalu
minta di buatkan blackforest dengan taburan coklat dan ceri di atasnya setiap
ulang tahunnya tiba. Jessicca juga lupa menyetrika kemeja John yang menyebabkan
John terlambat ke kantor pagi itu karena John terpaksa menyetrika sendiri
kemejanya. Jessica tahu kesalahannya, namun tidak menganggap hal itu sebagai
sesuatu hal yang penting. Tetapi malaikat tahu betapa malam-malam setelah
Jessica terlelap,John memanjatkan doanya.
“Tuhan,
untuk kali pertama Jessica lupa membuatkan Blackforest kesukaanku di hari ulang
tahunku ini. Padahal aku sangat menyukai kue buatannya itu. Menikmati kue
Blackforest buatannya membuatku bersyukur mempunyai istri yang pandai memasak
sepertinya, dan merasakan cintanya padaku. Namun tahun ini aku tidak
mendapatinya. Tapi tidak apa-apa. Mungkin lebih banyak hal-hal lain yang jauh lebih penting dari pada sekedar
Blackforest itu. Paling tidak, aku masih mendapatkan senyuman dan ciuman
darinya hari ini. Ampuni aku, Tuhan apabila tadi pagi aku lupa tersenyum kepada
Jessica. Aku terlalu sibuk menyetrika bajuku dan memikirkan pekerjaanku di
kantor. Jessica sepertinya lupa untuk melakukan hal itu, meski aku sudah
meminta tolong padanya tadi malam. Jangan biarkan aku melampiaskan emosiku
karena dampratan atasanku akibat keterlambatanku hari ini kepada Jessica, Tuhan.
Jessica mungkin keliru menyetrika kemeja mana yang seharusnya kupakai hari ini.
Lagi pula, sepatuku begitu mengkilap. Aku yakin Jessica sudah berusaha keras
agar aku kelihatan menarik saat prestasiku tadi. Terima kasih untuk kebaikan
istriku, Tuhan.”
Tahun
kelima pernikahan mereka. Jessica menampar dan menyalahkan John karena Mark
sakit sepulang mereka berenang. John terlalu asyik bermain-main dengan Mark
sehingga tidak menyadari betapa Mark sangat sensitive terhadap dinginnya air
kolam renang, yang mengakibatkan Mark terpaksa dirawat di rumah sakit. Jessica
mengancam akan meninggalkan John apabila terjadi apa-apa dengan Mark. Jessica
melihat genangan air mata di mata John, namun kekerasan hatinya lebih
menguasainya ketimbang perasaan John. Tetapi Malaikat tahu betapa saat itu John
lantas menuju ke Kapel rumah sakit dan memanjatkan doanya sambil menangis.
“Tuhan.
Tadi Jessica menamparku karena kelalaianku menjaga Mark sehingga dia sakit.
Belum pernah Jessica bersikap dan berkata sekasar itu padaku, Tuhan. Tapi tidak
apa-apa. Jessica benar-benar kuatir ia bersikpa demikian. Tapi Tuhan, aku
begitu terluka saat ia mengatakan akan meninggalkanku. Engkau tahu betapa ia
adalah belahan jiwaku. Jangan biarkan hal itu Tuhan. Tidak apa-apa. Asalkan dia
mendapatkan ketenangan, aku akan merasa bersyukur sekali. Dan sembuhkanlah
putera kami, Mark agar dia boleh kembali dapat ceria dan bermain-main bersama
kami lagi, Tuhan.”
Tahun
keenam pernikahan mereka. Jessica semakin menjaga jarak dengan John setelah
kehadiran Rebecce, puteri mereka. Jessica tidak pernah lagi menemani Johnn
makan malam karena menjaga puteri mereka yang baru berusia 5 bulan. Jessica
juga menjual kalung berlian pemberian John dan menggantinya dengan perhiasan
lain yang lebih baru. Ketika John mengetahui hal itu, Jessica tahu John menahan
amarahnya, namun Jessica berdalih, “John, itu hanya kalung berlian biasa.
Lagipula, aku bukan menjualnya, melainkan menukarnya dengan perhiasan yang
lebih baru.”
Tetapi
Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya “Tuhan. Aku begitu kesepian
melewatkan makan malam sendirian tanpa Jessica bersamaku. Aku begitu ingin
terus bercerita dan tertawa bersamanya di meja makan. Engkau tahu, itulah
penghiburanku untuk melepas kepenatanku setelah seharian bekerja di kantor.
Tapi tidak apa-apa Rebecca tentu lebih membutuhkan perhatiannya daripadaku.
Lagipula, Mark kadang-kadang mau menemaniku. Hanya saja, jangan biarkan aku
memendam sakit hati kepada Jessica karena menjual kalung pemberianku. Engkau
tahu begitu lama aku menabung dan
bekerja ekstra demi menghadiahinya kalung itu, hanya untuk membuktikan terima
kasihku padanya atas kesetiaan dan pengabdiannya sebagai istriku dan ibu dari
anak-anakku. Ampuni aku apabila tadi aku sempat berpikir untuk marah padanya.”
Tahun
ketujuh pernikahan mereka. Jessica sama sekali tidak mengindahkan kebiasaanya
membelasi kepala John dan mencium kening
suaminya sebelum John berangkat kantor. Padahal Jessica tau, selama ini apabila
dia lupa melakukannya, John selalu kembali ke rumah siang hari demi mendapatkan
belaian dan ciuman Jessica untuknya. Karena John tidak akan pernah tenang
bekerja apabila hal itu belum dilakukan Jessica padanya. Jessica tidak
mengucapkan I LOVE U untuk kali pertama dalam 7 tahun pernikahan mereka.
Dan
ditahun ketujuh itu pula, John mengalami
kecelakaan saat akan berangkat ke kantor. Ia mengalami pendarahan yang hebat,
yang membuatnya terbaring tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit. Jessica
begitu takut kehilangan John, suami yang dicintainya. Yang selalu ada kapan
saja dia butuhkan. Yang selalu dengan tersenyum menampung semua emosi dan
kemarahannya. Yang tak pernah berhenti mengatakan betapa John mencintainya. Tak
sedikitpun Jessica beranjak dari sisi tempat tidur John. Tangannya menggenggam
erat jemari suaminya yang terbaring lemah tak sadarkan diri. Bibirnya terus
mengucapkan I LOVE U, karena ia ingat kalau ia belum mengatakan kalimat itu
hari ini.
Karena
begitu sedih dan lelah menunggui John, Jessica tertidur. Dalam tidurnya,
malaikat yang
selama ini mendengar doa-doa John
pada Tuhan membawa Jessica melihat setiap malam yang John lewatkan untuk
mendoakan Jessica. Ia menangis sedih melihat ketulusan dan rasa cinta yang
besar dari John padanya. Tak sedikitipun John menyalakannya atas semua sikapnya
yang tidak mempedulikan perasaan dan harga diri John selama ini. Alih-Alih
demikian, john malahan menyalahkan dirinya sendiri. Jessica menangis menahan
perasaannya. Dan untuk kali pertama dalam hidupnya, Jessica berdoa,
“Tuhan, ampuni
aku yang selama ini menyia-nyiakan rasa cinta suamiku terhadapku. Ampuni aku
yang tidak memahami perasaan dan harga dirinya selama ini. Beri aku kesampatan
untuk menunjukkan cintaku pada suamiku, Tuhan. Beri aku kesempatan untuk
meminta maaf dan melayaninya sebagai suami yang kucintai.”
Dan ketika Jessica terbangun, ia melihat
pancaran kasih suaminya menatapnya. “Kamu keliatan begitu lelah,sayang.
Maafkan aku yang tidak berhati-hati menyetir sehingga keadaannya mesti jadi
begini dan membuatmu kuatir. Aku tidak konsentrasi saat menyetir karena memikirkan
bahwa kau lupa mengatakan ILOVE YOU padaku.” Belum selesai John berbicara, Jessicca
lantas menangis keras dan menghambur ke pelukan suaminya.
“Maafkan
aku, John. Maafkan aku. I LOVE YOU. I really love you. Kaulah matahariku, John.
Aku tidak bisa bertahan tanpamu. Aku berjanji tidak akan pernah lupa lagi
mengatakan betapa aku mencintaimu. Aku berjanji tidak akan per nah mengabaikan
perasaan dan harga dirimu lagi. I LOVE YOU, John. I LOVE YOU.”
Berapa
banyak diantara kita yang menjadi seperti Jessica? Yang mengabaikan perasaan
kekasih hati kita dengan demi kepentingan dan harga diri kita sendiri? Jangan
sampai terjadi sesuatu yang berat untuk kita lalui demi menyadari betapa berharganya
orang-orang yang mengasihi kita. Lebih dari itu, cinta sesungguhnya adalah kita
bisa seperti John, yang mengabaikan kepentingan dirinya dan perasaannya demi
menjaga dan menunjukkan cintanya kepada pasangannya. Yang menjadikan pasangan
hidup kita sebagai subjek untuk dikasihi dan dilayani,bukan sebaliknya.
Dikutip
di warta pendidikan edisi VIII Juli-Agustus 2012 halaman 34.