Selasa, 23 April 2013



SEBUAH KISAH KASIH CINTA SEJATI
Created By : ASRIADI ALFAIIZ
Disadur oleh : FIRMANSYAH

            John dan Jessica telah berumah tangga selama 7 tahun. Mereka saling mencintai, namun Jessica sejak awal menutupi semua perasaan cintanya terhadap John. Ia begitu takut apabila John mengetahui betapa ia mencintai pria itu, John lantas meninggalkannya sebagaimana kekasih-kekasihnya selama ini. Tapi tidak bagi John. Ia selalu menyatakan perasaan cintanya kepada Jessica dengan tulus dan begitu terbuka. Setiap saat ketika bersama Jessica, John selalu menunjukkan cintanya yang besar, seolah-olah itulah saat akhir John bersama Jessica.
            Jessica selalu bersikap tidak menyenangkan terhadap Jhon. Setiap saat dia selalu mencoba menguji seberapa besar cinta john terhadapnya. Jessica selalu mencoba melakukan hal-hal yang keterlaluan dan diluar batas kepada John. Meski Jessicatahu betapa hal itu sungguh salah, namun melihat sikap John yang tetap bertahan untuk melihat seberapa besar kesungguhan cinta pria yang dinikahinya itu.
Hari pertama pernikahan mereka. Jessica bagun siang. Dia tidak sempat menyiapkan sarapan untuk Jhon ketika John hendak berangkat kerja. Namun John tetap tersenyum dan mengatakann, “Tidak apa-apa. Nanti aku bisa sarapan di kantor.” Saat John pulang dari kantor, Jessica tidak sengaja memasak makanan yang tidak disukai John. Meski menyadari hal itu, Jessica tetap memaksakan agar suaminya mau makan makanan itu. John  tetap tersenyum dan berkata “Wah sepertinya sudah saatnya aku belajar menghadapi tantangan yang hebat, sayang. Aku sudah tidak sabar untuk menyantapnya.” Jessica terkejut, tapi tidak mengatakan apa-apa.
Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam saat Jessica terlelap John memanjatkan doa, “Tuhan. Dipagi pertama pernikahan kami Jessica tidak membuatkanku sarapan. Padahal aku begitu ingin bercakap-cakap di meja makan bersamanya sambil membicarakan betapa indah hari ini, dihari pertama kami menjalani kehidupan baru sebagai suami istri. Tapi tidak apa-apa, Tuhan. Karena sepertinya Jessica kelelahan setelah resepsi pernikahan kami tadi malam. Bantulah kekasih hatiku ini Tuhan, agar dia boleh punya tenaga yang cukup untuk menghadapi hari baru bersamaku besok. Tuhan. Engkau tau betapa aku tidak bisa makan spaghetti karena pencernaanku yang tidak begitu baik. Tapi sepertinya Jessica sudah bekerja keras untuk masak makanan itu. Mampukan aku untuk menghargai setiap apa yang dilakukan istriku kepadaku, Tuhan. Jangan biarkan aku menyakiti perasaannya meski itu tidak mengenakkan bagiku.”
Tahun kedua pernikahan mereka. John membangunkan Jessica pagi-pagi untuk berdoa bersama. Namun Jessica menolak dan lebih memilih melanjutkan tidurnya. John tersenyum  dan akhirnya berdoa seorang diri. Sore hari sepulang kantor, John mengajak Jessica mengajak berjalan-jalan ke taman. Meski terpaksa, Jessica akhirnya mau juga ke tempat dimana dulu perasaannya begitu berbunga-bunga saat bersama John. Tetapi Jessica menolak rangkulan John. Aku malu. “John tersenyum dan berkata, “Ya, aku mengerti”. Jessica melihat kekecewaan dimata Jhon, namun tidak melakukan apapun untuk menghilangkan kekecewaan itu. Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya.
“Tuhan. Ampuni aku yang tidak bisa membawa isteriku untuk lebih dekat padaMu pagi hari ini. Mungkin tidurnya kurang karena pikirannya yang sedang berat. Tapi aku yakin, Tuhan besok Jessica mau bersama-sama denganku bercakap-cakap kepadaMu. Tuhan, Engkau juga tahu kesedihanku saat Jessica menolak kurangkul ketika ke taman hari ini. Tapi tidak apa-apa Dia sedang datang bulan, mungkin karena itu perasaannya juga lebih sensitive. Mampukan aku untuk melihat suasana hati istriku, Tuhan.”
Tahun ketiga pernikahan mereka. Mereka kini mempunyai seorang putera bernama Mark. Jessica menjadi tidak pernah lagi meneruskan kebiasaannya membaca bersama John sebelum tidur. Jessica memarahi Jhon habis-habisan sore itu ketika Jhon lupa mencuci tangan saat akan menggendong Mark ketika John pulang kerja. Jessica tahu betapa hal itu membuat John terpukul. Namun idealismenya terhadap mendidik Mark membuat Jessica mengabaiakan perasaan John. Dan John tetap tersenyum. Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya.
‘’Tuhan Engkau tahu betapa sedih hatiku saat ini. Semenjak kelahiran Mark, aku kehilangan begitu banyak waktu bersama Jessica. Aku meindukan saat-saat kami membaca sebelum tidur dan menciuminya sebelum ia tertidur.  Tapi tidak apa-apa. Dia begitu capek mengurusi Mark seharian saat aku bekerja di kantor. Hanya saja, biarkanlah dia tetap terus tertidur dalam pelukanku, Tuhan.. Karena aku begitu mencintainya. Sore tadi Jessica memarahiku karena aku lupa mencuci tangan  saat menggendonk Mark, Tuhan. Aku begitu kangen pada anakku sehingga teledor melakukan sebagaimana yang di minta istriku. Engkau tahu  betapa aku terluka akan kata-kata Jessica, Tuhan. Tapi tidak apa-apa. Jessica mungkin hanya kuatir terhadap  kesehatan  anak kami Mark apabila aku lansung menggendongnya.  Kesehatan Mark lebih penting dar ipada harga diriku.”
Tahun keempat pernikahan kami. Jessica tidak ingat memasak makanan kesukaan John di hari ulang tahunnya. Terlalu sibuk belanja sehingga lupa bahwa John selalu minta di buatkan blackforest dengan taburan coklat dan ceri di atasnya setiap ulang tahunnya tiba. Jessicca juga lupa menyetrika kemeja John yang menyebabkan John terlambat ke kantor pagi itu karena John terpaksa menyetrika sendiri kemejanya. Jessica tahu kesalahannya, namun tidak menganggap hal itu sebagai sesuatu hal yang penting. Tetapi malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap,John memanjatkan doanya.
“Tuhan, untuk kali pertama Jessica lupa membuatkan Blackforest kesukaanku di hari ulang tahunku ini. Padahal aku sangat menyukai kue buatannya itu. Menikmati kue Blackforest buatannya membuatku bersyukur mempunyai istri yang pandai memasak sepertinya, dan merasakan cintanya padaku. Namun tahun ini aku tidak mendapatinya. Tapi tidak apa-apa. Mungkin lebih banyak hal-hal lain yang  jauh lebih penting dari pada sekedar Blackforest itu. Paling tidak, aku masih mendapatkan senyuman dan ciuman darinya hari ini. Ampuni aku, Tuhan apabila tadi pagi aku lupa tersenyum kepada Jessica. Aku terlalu sibuk menyetrika bajuku dan memikirkan pekerjaanku di kantor. Jessica sepertinya lupa untuk melakukan hal itu, meski aku sudah meminta tolong padanya tadi malam. Jangan biarkan aku melampiaskan emosiku karena dampratan atasanku akibat keterlambatanku hari ini kepada Jessica, Tuhan. Jessica mungkin keliru menyetrika kemeja mana yang seharusnya kupakai hari ini. Lagi pula, sepatuku begitu mengkilap. Aku yakin Jessica sudah berusaha keras agar aku kelihatan menarik saat prestasiku tadi. Terima kasih untuk kebaikan istriku, Tuhan.”
Tahun kelima pernikahan mereka. Jessica menampar dan menyalahkan John karena Mark sakit sepulang mereka berenang. John terlalu asyik bermain-main dengan Mark sehingga tidak menyadari betapa Mark sangat sensitive terhadap dinginnya air kolam renang, yang mengakibatkan Mark terpaksa dirawat di rumah sakit. Jessica mengancam akan meninggalkan John apabila terjadi apa-apa dengan Mark. Jessica melihat genangan air mata di mata John, namun kekerasan hatinya lebih menguasainya ketimbang perasaan John. Tetapi Malaikat tahu betapa saat itu John lantas menuju ke Kapel rumah sakit dan memanjatkan doanya sambil menangis.
“Tuhan. Tadi Jessica menamparku karena kelalaianku menjaga Mark sehingga dia sakit. Belum pernah Jessica bersikap dan berkata sekasar itu padaku, Tuhan. Tapi tidak apa-apa. Jessica benar-benar kuatir ia bersikpa demikian. Tapi Tuhan, aku begitu terluka saat ia mengatakan akan meninggalkanku. Engkau tahu betapa ia adalah belahan jiwaku. Jangan biarkan hal itu Tuhan. Tidak apa-apa. Asalkan dia mendapatkan ketenangan, aku akan merasa bersyukur sekali. Dan sembuhkanlah putera kami, Mark agar dia boleh kembali dapat ceria dan bermain-main bersama kami lagi, Tuhan.”
Tahun keenam pernikahan mereka. Jessica semakin menjaga jarak dengan John setelah kehadiran Rebecce, puteri mereka. Jessica tidak pernah lagi menemani Johnn makan malam karena menjaga puteri mereka yang baru berusia 5 bulan. Jessica juga menjual kalung berlian pemberian John dan menggantinya dengan perhiasan lain yang lebih baru. Ketika John mengetahui hal itu, Jessica tahu John menahan amarahnya, namun Jessica berdalih, “John, itu hanya kalung berlian biasa. Lagipula, aku bukan menjualnya, melainkan menukarnya dengan perhiasan yang lebih baru.”
Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John  memanjatkan doanya “Tuhan. Aku begitu kesepian melewatkan makan malam sendirian tanpa Jessica bersamaku. Aku begitu ingin terus bercerita dan tertawa bersamanya di meja makan. Engkau tahu, itulah penghiburanku untuk melepas kepenatanku setelah seharian bekerja di kantor. Tapi tidak apa-apa Rebecca tentu lebih membutuhkan perhatiannya daripadaku. Lagipula, Mark kadang-kadang mau menemaniku. Hanya saja, jangan biarkan aku memendam sakit hati kepada Jessica karena menjual kalung pemberianku. Engkau tahu begitu lama  aku menabung dan bekerja ekstra demi menghadiahinya kalung itu, hanya untuk membuktikan terima kasihku padanya atas kesetiaan dan pengabdiannya sebagai istriku dan ibu dari anak-anakku. Ampuni aku apabila tadi aku sempat berpikir untuk marah padanya.”
Tahun ketujuh pernikahan mereka. Jessica sama sekali tidak mengindahkan kebiasaanya membelasi kepala  John dan mencium kening suaminya sebelum John berangkat kantor. Padahal Jessica tau, selama ini apabila dia lupa melakukannya, John selalu kembali ke rumah siang hari demi mendapatkan belaian dan ciuman Jessica untuknya. Karena John tidak akan pernah tenang bekerja apabila hal itu belum dilakukan Jessica padanya. Jessica tidak mengucapkan I LOVE U untuk kali pertama dalam 7 tahun pernikahan mereka.
Dan ditahun ketujuh  itu pula, John mengalami kecelakaan saat akan berangkat ke kantor. Ia mengalami pendarahan yang hebat, yang membuatnya terbaring tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit. Jessica begitu takut kehilangan John, suami yang dicintainya. Yang selalu ada kapan saja dia butuhkan. Yang selalu dengan tersenyum menampung semua emosi dan kemarahannya. Yang tak pernah berhenti mengatakan betapa John mencintainya. Tak sedikitpun Jessica beranjak dari sisi tempat tidur John. Tangannya menggenggam erat jemari suaminya yang terbaring lemah tak sadarkan diri. Bibirnya terus mengucapkan I LOVE U, karena ia ingat kalau ia belum mengatakan kalimat itu hari ini.
Karena begitu sedih dan lelah menunggui John, Jessica tertidur. Dalam tidurnya, malaikat yang
selama ini mendengar doa-doa John pada Tuhan membawa Jessica melihat setiap malam yang John lewatkan untuk mendoakan Jessica. Ia menangis sedih melihat ketulusan dan rasa cinta yang besar dari John padanya. Tak sedikitipun John menyalakannya atas semua sikapnya yang tidak mempedulikan perasaan dan harga diri John selama ini. Alih-Alih demikian, john malahan menyalahkan dirinya sendiri. Jessica menangis menahan perasaannya. Dan untuk kali pertama dalam hidupnya, Jessica berdoa,
“Tuhan, ampuni aku yang selama ini menyia-nyiakan rasa cinta suamiku terhadapku. Ampuni aku yang tidak memahami perasaan dan harga dirinya selama ini. Beri aku kesampatan untuk menunjukkan cintaku pada suamiku, Tuhan. Beri aku kesempatan untuk meminta maaf dan melayaninya sebagai suami yang kucintai.”
 Dan ketika Jessica terbangun, ia melihat pancaran kasih suaminya menatapnya. “Kamu keliatan begitu lelah,sayang. Maafkan  aku yang tidak berhati-hati  menyetir sehingga keadaannya mesti jadi begini dan membuatmu kuatir. Aku tidak konsentrasi saat menyetir karena memikirkan bahwa kau lupa mengatakan ILOVE YOU padaku.” Belum selesai John berbicara, Jessicca lantas menangis keras dan menghambur ke pelukan suaminya.
            “Maafkan aku, John. Maafkan aku. I LOVE YOU. I really love you. Kaulah matahariku, John. Aku tidak bisa bertahan tanpamu. Aku berjanji tidak akan pernah lupa lagi mengatakan betapa aku mencintaimu. Aku berjanji tidak akan per nah mengabaikan perasaan dan harga dirimu lagi. I LOVE YOU, John. I LOVE YOU.”     
            Berapa banyak diantara kita yang menjadi seperti Jessica? Yang mengabaikan perasaan kekasih hati kita dengan demi kepentingan dan harga diri kita sendiri? Jangan sampai terjadi sesuatu yang berat untuk kita lalui demi menyadari betapa berharganya orang-orang yang mengasihi kita. Lebih dari itu, cinta sesungguhnya adalah kita bisa seperti John, yang mengabaikan kepentingan dirinya dan perasaannya demi menjaga dan menunjukkan cintanya kepada pasangannya. Yang menjadikan pasangan hidup kita sebagai subjek untuk dikasihi dan dilayani,bukan sebaliknya.

Dikutip di warta pendidikan edisi VIII Juli-Agustus 2012 halaman 34.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar