Tugas Kelompok



1.
ASRIADI
2.
ABDUL RAHMAN WAHID
3.
AKHSANUL HAK JALIL
4.
ABDUR RAHMAN
MADRASAH
ALIYAH NURUL AS’ADIYAH CALLACCU SENGKANG TAHUN
PELAJARAN 2012/2013
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatu
Alhamdulillah
puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt atas ridha dan rahmatnya, dengan
niat yang tulus akhirnya penulisan dengan segalah kemampuan yang terbatas dapat
menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul MENJAGA KELESTARIAN
LINGKUNGAN HIDUP
Dan
kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih terdapat kekurangan dan
kesalahan karena itu kami memohon maaf yang sebesar-besarnya dan untuk itu
penulisan mengaharapkan saran dan usul maupun kritik yang membangun demi
kesempurnaan makalah selanjutnya
Harapan
yang tulus berupa persembahan doa kepada Allah kiranya makalah ini dapat
memberi manfaat bagi semuanya.
Sengkang 19 Oktober 2012,
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman judul................................................................................................................................ 1
Kata pengantar............................................................................................................................... 2
Daftar isi......................................................................................................................................... 3
BAB 1 :
Pendahuluan................................................................................................................... 4
BAB 2 :
Pembahasan ................................................................................................................... 5
A. Lafal Ayat............................................................................................................... 5
B. Arti Mufradat........................................................................................................ 5
C. Terjemahan Ayat................................................................................................... 5
D. Penjelasan Ayat .................................................................................................... 5
BAB 3 : Kesimpulan ................................................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................................... 9
BAB I
PENDAHULUAN
Allah
SWT. menciptakan alam semesta ini adalah untuk keperluan hidup manusia. Apabila
kita perhatikan, sungguh luar biasa apa yang ada dalam alam ini . Semua itu
merupakan kekayaan yang tiada ternilai harganya. Allah SWT. menyebutkan sumber
alam dalam beberapa ayat AlQur’an, diantaranya trdeapat dalam surah ar-Rum ayat
41-42 yang akan kita bahas nanti.
Landasan Teori
Adapun landasan teori kami
adalah:
1.
Al-Quran
2.
Al-hadist
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pembahasan
1.
Lafal Ayat
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي
النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ -٤١- قُلْ
سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِن قَبْلُ كَانَ
أَكْثَرُهُم مُّشْرِكِينَ -٤٢-
2. Arti Mufradat
Darat :
الْبَرِّ
Laut :
الْبَحْرِ
Merasakan : لِيُذِيقَ
Perbuatan/usaha :
كَسَبَتْ
3. Terjemahan Ayat:
41. Telah tampak kerusakan di darat
dan dilaut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah Menghendaki
agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka
kembali (ke jalan yang benar).
42. Katakanlah (Muhammad),
“Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu.
Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).”
4. Penjelesan ayat
Ayat pertama: Telah tampak kerusakan di darat dan di laut
disebabkan ulah tangan-tangan manusia supaya Dia Merasakan kepada mereka
sebagian dari perbuatan mereka agar mereka kembali.
Zhaharal fasādu (telah tampak
kerusakan), yakni telah jelas kemaksiatan.
Fil barri (di darat), sejak Qabil
membunuh saudaranya, Habil.
Wal bahri (dan di laut), sejak
Jalnadan al-Azdi.
Bi mā kasabat aidin nāsi
(disebabkan ulah tangan-tangan manusia): Qabil membunuh Habil dan Jalnadan
merampas kapal orang-orang di laut. Ada yang berpendapat, zhaharal fasādu
(telah tampak kerusakan) berupa kematian hewan-hewan ternak, kelaparan,
kekeringan, serta kekurangan buah-buahan dan pepohonan; fil barri wal bahri (di
darat dan di laut), yakni kerusakan tersebut tampak, di dataran, pegunungan,
sahara, gurun, dan di lautan. Demikian juga di pedusunan, perkampungan, dan
pemukiman; bimā kasabat aidin nāsi (disebabkan ulah tangan-tangan manusia),
yakni disebabkan kemaksiatan manusia.
Li yudzīqahum (supaya Dia
Merasakan kepada mereka), yakni supaya Dia Menimpakan kepada mereka.
Ba‘dlal ladzī ‘amilū (sebagian
dari perbuatan mereka), yakni sebagian akibat dari kemaksiatan-kemaksiatan itu.
La‘allahum yarji‘ūn (agar mereka
kembali), yakni agar mereka kembali (bertobat) dari dosa-dosa mereka, lalu Dia
Menghilangkannya dari mereka.
Ayat kedua: Katakanlah, “Adakanlah perjalanan di bumi
lalu perhatikanlah oleh kalian bagaimana jadinya kesudahan orang-orang sebelum
(mereka). Kebanyakan mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan.”
Qul (katakanlah), hai Muhammad,
kepada penduduk Mekah.
Sīrū (“Adakanlah perjalanan),
yakni bepergianlah.
Fil ardli faηzhurū (di bumi lalu
perhatikanlah oleh kalian), yakni renungkanlah oleh kalian.
Kaifa kāna ‘āqibatu (bagaimana
jadinya kesudahan), yakni balasan.
Alladzīna ming qabl (orang-orang
sebelum [mereka]), yakni orang-orang (yang hidup) sebelum mereka; bagaimana
Allah Ta‘ala Membinasakan mereka kala mereka mendustakan para rasul.
Kāna aktsaruhum (kebanyakan
mereka), yakni mereka semua.
Musyrikūn (adalah orang-orang
yang mempersekutukan) Allah.
Dalam beberapa ayat telah
dijelaskan mengenai kekuasaan dan kebesaran Allah serta ciptaan
ciptaannya.Allah Maha Pengasih,Maha Penyayang.Allah tidak menyukai orang-orang
yang membuat kerusakan atau menimbulkan bencana.
Surah Ar-Rum ayat 41 menjelaskan
bahwa di dunia ini telah nyata terjadi berbagai kerusakan atau bencana,baik di
darat maupun di laut.Kerusakan dan bencana itu adalah akibat perbuatan manusia
sendiri.Sudah sepatutlahnya ayat ini lebih kita perhatikan dan renungkan dan
seksama.
Sikap kaum musyrikin yang
mempersekutukan Allah dan mengabaikan tuntunan-tuntunan Allah, berpendapat
buruk terhadap diri mereka,masyarakat,dan lingkungan.Dalam ayat tersebut,Allah
menjelaskan bahwa telah tampak kerusakan di darat,seperti
kekeringan,paceklik,dan hilangnya rasa aman; kerusakan di laut, seperti
tenggelamnya kapal-kapal dan kekurangan hasil laut serta sungai.Semua itu
disebabkan karena perbuatan tangan manusia yang durhaka.Akibatnya Allah
memberikan peringatan kepada manusia dengan merasakan sedikit efek kepada
mereka.Ada beberapa kemungkinan penyebab terjadinya kerusakan,seperti
kemusyrikan,keingkaran,kemunafikan,dan kesesatan pikiran manusia.Mereka tidak
menaati perintah dan menjauhi larangan Allah yang disampaikan oleh RasulNya.
Kata
Dzahara berarti terjadinya sesuatu di permukaan bumi sehingga menjadi tampak
dan terang serta diketahui dengan jelas kata Al-fasadu dimaksudkan keluarnya
sesuatu dari keseimbangan,baik sedikit maupun banyak.Kata ini digunakan untuk
apa saja , baik jasmani,rohani,maupun hal-hal lain.
Penyebutan
darat dan laut sebagai tempat terjadinya fasad itu dapat diartikan bahwa
daratan dan lautan menjadi tempat tumbuhnya kerusakan ataupun bencana itu
terjadi akibat perbuatan buruk yang
bermacam-macam.Dalam Al-Qur’an banyak diterangkan ayat-ayat semacam ini agar
menjadi pelajaran bagi umat manusia.
Manusia
mempunyai inisiatif dan daya kreasi untuk menggali serat mengola alam demi
kesejahteraan mereka.Namun ada sebagian manusia yang berwatak rakus dan tamak
dengan seenaknya melakukan perusakan sebagaimana kita saksikan,hamper setiap
tahun negeri kita terjadi kebakaran hutan.Kebakaran tidak terjadi dengan
sendirinya,tetapi ada diantara manusia sengaha membuka lahan baru sehingga
kelesterian hutan menjadi terancam.Bahkan,Negara tetangga pun menjadi korban
akibat kebakaran itu karena polusi udara.
Dalam
kehidupan sehari-hari,kita banyak melihat kerusakan yang terjadi dilingkungan
kita baik diakibatkan oleh perbuatan manusia maupun akibat peristiwa
hutan,membuat pemukiman dan industri di sawah dan ladang,perkelahian,peperangan,pembunuhan,pencurian,serta
perampokan.Contoh kerusakan yang diakibatkan peristiwa alam,antara lain
banjir,erosi,tanah longsor,dan putting beliung.
Kerusakan
yang dilakukan oleh manusia dimuka bumi ini akan mengakibatkan :
a.
Hilangnya manfaat dan berkah dari alam yang seharusnuya dapat membawa
kesejahteraan bagi manusia;
b.
Lenyapnya keindahan alam,sedangkan keindahan itu sangat diperlukan untuk
kebutuhan rohani manusia;
c.
Punahnya bagian – bagian tertentu dari dalam yang tidak dapat dikembalikan
lagi oleh manusia;
d.
Terjadinya beberapa bencana yang dapat mengancam keselamatan manusia;
e.
Merusak masa depan generasi berikutnya karena mereka tidak dapat menikmati
potensi alam yang sudah dirusak oleh generasi sebelumnya.
Kita dapat memperkirakan
kemungkinan yang akan terjadi pada hari yang akan datang dengan memerhatikan
kondisi saat ini.Misalnya polusi akibat asap dari zat-zat pembakaran minyak
tanah,bensin,solar,ataupun asap pabrik yang secara tidak langsung mencemari
udara sehingga akan memengaruhi kesehatan manusia terutama paru-paru manusia.
Kita juga dapat memperhitungkan
kerusakan yang akan timbul dilautan.Kapal tanker besar yang membawa berbagai
jenis minyak dan kemudian bocor di laut serta limba-limba pabrik yang mengalir
melalui sungai-sungai menuju lautan mengakibatkan banyaknya ikan yang mati dan
lambat laung mungkin akan punah.
Dalam keterkaitan itu lahir
keserasian dan keseimbangan dari hal yang terkecil hingga yang besar.Apabila
salah satu bagian tidak berfungsi dengan baik atau menyimpan dari jalan yang
seharusnya ditempuh,akan berdampak negative pada yang lain.Hal ini berlaku
terhadap alam raya dan manusia sebagai hukum alam yang ditetapkan Allah tidak
mengalami perubahan (Sunnatullah).
Manusia yang menyimpan dari ketentuan hukum Allah
dalam batas tertentu,menjadikan keadaan sekelilingnya baik alam maupun manusia
ikut terganggu.Hal itu akan menimbulkan krisis dalam kehidupan masyarakat serta
gangguan interaksi social mereka.Misalnya,krisis moral,hilangnya kasih
sayang,timbulnya kekejaman,kezaliman,bahkan lebih dari itu akan terjadi musibah
dan bencana alam.
Pada ayat 42,Allah memerintahkan
kepada manusia supaya mengadakan perjalanan di muka bumi,diharapkan dapat
memerhatikan bagaimana kesudahan orang-orang terdahulu.Selanjutnya,mereka dapat
mengambil pelajaran dari tingkah laku dan perbuatan mereka melalui pengamatan
langsung,penelitian peninggalan sejarah,atau media lainnya.Di antara mereka itu
ada yang memperoleh kejayaan dan ada pula yang mengalami
kerugian,penderitaan,kesengsaraan akibat kerusakan atau bencana yang menimpah
mereka.Ada yang beriman dan taat kepada Allah,tetapi ada pula yang kafir,munafik,dan
fasik
KESIMPULAN
Dalam Kehidupan sehari-hari kita
banyak melihat kerusakan yang terjadi di lingkungan kita,baik yang diakibatkan
oleh manusia maupun peristiwa alam.Oleh karena itu Allah menghendaki agar kita
bisa merasakan sebagian dari akibat perbuatan kita sendiri, agar kita bisa
kembali ke jalan yang benar.
DAFTAR
PUSTAKA
Kebenaran Qur’an Hadist MA 2.2008.Tiga Serangkai.
Kumpulan hadist.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar