Minggu, 24 Februari 2013


Tugas Kelompok
MENJAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP



03SC008.JPG









Disusun oleh :

XI IPS 1
KELOMPOK 1

1.    ASRIADI
2.    ABDUL RAHMAN WAHID
3.    AKHSANUL HAK JALIL
4.    ABDUR RAHMAN

MADRASAH ALIYAH NURUL AS’ADIYAH CALLACCU SENGKANG                                         TAHUN PELAJARAN 2012/2013























KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu
Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt atas ridha dan rahmatnya, dengan niat yang tulus akhirnya penulisan dengan segalah kemampuan yang terbatas dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul MENJAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP
Dan kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih terdapat kekurangan dan kesalahan karena itu kami memohon maaf yang sebesar-besarnya dan untuk itu penulisan mengaharapkan saran dan usul maupun kritik yang membangun demi kesempurnaan makalah selanjutnya
Harapan yang tulus berupa persembahan doa kepada Allah kiranya makalah ini dapat memberi manfaat bagi semuanya.

Sengkang 19 Oktober 2012,


                                                                                                                                                                                             Penulis









DAFTAR ISI
Halaman judul................................................................................................................................ 1
Kata pengantar............................................................................................................................... 2
Daftar isi......................................................................................................................................... 3
BAB 1    : Pendahuluan................................................................................................................... 4
BAB 2    : Pembahasan ................................................................................................................... 5
A.      Lafal Ayat............................................................................................................... 5
B.      Arti Mufradat........................................................................................................ 5
C.      Terjemahan Ayat................................................................................................... 5
D.     Penjelasan Ayat .................................................................................................... 5
BAB 3    : Kesimpulan ................................................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................................... 9













BAB I
PENDAHULUAN

       Allah SWT. menciptakan alam semesta ini adalah untuk keperluan hidup manusia. Apabila kita perhatikan, sungguh luar biasa apa yang ada dalam alam ini . Semua itu merupakan kekayaan yang tiada ternilai harganya. Allah SWT. menyebutkan sumber alam dalam beberapa ayat AlQur’an, diantaranya trdeapat dalam surah ar-Rum ayat 41-42 yang akan kita bahas nanti.
Landasan Teori
       Adapun landasan teori kami adalah:
1.      Al-Quran
2.      Al-hadist













BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pembahasan
1.     Lafal  Ayat
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ -٤١- قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِن قَبْلُ كَانَ أَكْثَرُهُم مُّشْرِكِينَ -٤٢-
2.      Arti Mufradat

Darat                            : الْبَرِّ
      Laut                              : الْبَحْرِ
     Merasakan                   : لِيُذِيقَ
    Perbuatan/usaha       : كَسَبَتْ

3. Terjemahan Ayat:
41. Telah tampak kerusakan di darat dan dilaut disebabkan   karena  perbuatan tangan manusia; Allah Menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
             42. Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).”
4. Penjelesan ayat
Ayat pertama:  Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan ulah tangan-tangan manusia supaya Dia Merasakan kepada mereka sebagian dari perbuatan mereka agar mereka kembali.
Zhaharal fasādu (telah tampak kerusakan), yakni telah jelas kemaksiatan.
Fil barri (di darat), sejak Qabil membunuh saudaranya, Habil.
Wal bahri (dan di laut), sejak Jalnadan al-Azdi.
Bi mā kasabat aidin nāsi (disebabkan ulah tangan-tangan manusia): Qabil membunuh Habil dan Jalnadan merampas kapal orang-orang di laut. Ada yang berpendapat, zhaharal fasādu (telah tampak kerusakan) berupa kematian hewan-hewan ternak, kelaparan, kekeringan, serta kekurangan buah-buahan dan pepohonan; fil barri wal bahri (di darat dan di laut), yakni kerusakan tersebut tampak, di dataran, pegunungan, sahara, gurun, dan di lautan. Demikian juga di pedusunan, perkampungan, dan pemukiman; bimā kasabat aidin nāsi (disebabkan ulah tangan-tangan manusia), yakni disebabkan kemaksiatan manusia.
Li yudzīqahum (supaya Dia Merasakan kepada mereka), yakni supaya Dia Menimpakan kepada mereka.
Ba‘dlal ladzī ‘amilū (sebagian dari perbuatan mereka), yakni sebagian akibat dari kemaksiatan-kemaksiatan itu.
La‘allahum yarji‘ūn (agar mereka kembali), yakni agar mereka kembali (bertobat) dari dosa-dosa mereka, lalu Dia Menghilangkannya dari mereka.
Ayat kedua:  Katakanlah, “Adakanlah perjalanan di bumi lalu perhatikanlah oleh kalian bagaimana jadinya kesudahan orang-orang sebelum (mereka). Kebanyakan mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan.”
Qul (katakanlah), hai Muhammad, kepada penduduk Mekah.
Sīrū (“Adakanlah perjalanan), yakni bepergianlah.
Fil ardli faηzhurū (di bumi lalu perhatikanlah oleh kalian), yakni renungkanlah oleh kalian.
Kaifa kāna ‘āqibatu (bagaimana jadinya kesudahan), yakni balasan.
Alladzīna ming qabl (orang-orang sebelum [mereka]), yakni orang-orang (yang hidup) sebelum mereka; bagaimana Allah Ta‘ala Membinasakan mereka kala mereka mendustakan para rasul.
Kāna aktsaruhum (kebanyakan mereka), yakni mereka semua.
Musyrikūn (adalah orang-orang yang mempersekutukan) Allah.
Dalam beberapa ayat telah dijelaskan mengenai kekuasaan dan kebesaran Allah serta ciptaan ciptaannya.Allah Maha Pengasih,Maha Penyayang.Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan atau menimbulkan bencana.
Surah Ar-Rum ayat 41 menjelaskan bahwa di dunia ini telah nyata terjadi berbagai kerusakan atau bencana,baik di darat maupun di laut.Kerusakan dan bencana itu adalah akibat perbuatan manusia sendiri.Sudah sepatutlahnya ayat ini lebih kita perhatikan dan renungkan dan seksama.
Sikap kaum musyrikin yang mempersekutukan Allah dan mengabaikan tuntunan-tuntunan Allah, berpendapat buruk terhadap diri mereka,masyarakat,dan lingkungan.Dalam ayat tersebut,Allah menjelaskan bahwa telah tampak kerusakan di darat,seperti kekeringan,paceklik,dan hilangnya rasa aman; kerusakan di laut, seperti tenggelamnya kapal-kapal dan kekurangan hasil laut serta sungai.Semua itu disebabkan karena perbuatan tangan manusia yang durhaka.Akibatnya Allah memberikan peringatan kepada manusia dengan merasakan sedikit efek kepada mereka.Ada beberapa kemungkinan penyebab terjadinya kerusakan,seperti kemusyrikan,keingkaran,kemunafikan,dan kesesatan pikiran manusia.Mereka tidak menaati perintah dan menjauhi larangan Allah yang disampaikan oleh RasulNya.
            Kata Dzahara berarti terjadinya sesuatu di permukaan bumi sehingga menjadi tampak dan terang serta diketahui dengan jelas kata Al-fasadu dimaksudkan keluarnya sesuatu dari keseimbangan,baik sedikit maupun banyak.Kata ini digunakan untuk apa saja , baik jasmani,rohani,maupun hal-hal lain.
            Penyebutan darat dan laut sebagai tempat terjadinya fasad itu dapat diartikan bahwa daratan dan lautan menjadi tempat tumbuhnya kerusakan ataupun bencana itu terjadi akibat perbuatan buruk  yang bermacam-macam.Dalam Al-Qur’an banyak diterangkan ayat-ayat semacam ini agar menjadi pelajaran bagi umat manusia.
            Manusia mempunyai inisiatif dan daya kreasi untuk menggali serat mengola alam demi kesejahteraan mereka.Namun ada sebagian manusia yang berwatak rakus dan tamak dengan seenaknya melakukan perusakan sebagaimana kita saksikan,hamper setiap tahun negeri kita terjadi kebakaran hutan.Kebakaran tidak terjadi dengan sendirinya,tetapi ada diantara manusia sengaha membuka lahan baru sehingga kelesterian hutan menjadi terancam.Bahkan,Negara tetangga pun menjadi korban akibat kebakaran itu karena polusi udara.
            Dalam kehidupan sehari-hari,kita banyak melihat kerusakan yang terjadi dilingkungan kita baik diakibatkan oleh perbuatan manusia maupun akibat peristiwa hutan,membuat pemukiman dan industri di sawah dan ladang,perkelahian,peperangan,pembunuhan,pencurian,serta perampokan.Contoh kerusakan yang diakibatkan peristiwa alam,antara lain banjir,erosi,tanah longsor,dan putting beliung.
            Kerusakan yang dilakukan oleh manusia dimuka bumi ini akan mengakibatkan :
a.      Hilangnya manfaat dan berkah dari alam yang seharusnuya dapat membawa kesejahteraan bagi manusia;
b.      Lenyapnya keindahan alam,sedangkan keindahan itu sangat diperlukan untuk kebutuhan rohani manusia;
c.       Punahnya bagian – bagian tertentu dari dalam yang tidak dapat dikembalikan lagi oleh manusia;
d.      Terjadinya beberapa bencana yang dapat mengancam keselamatan manusia;
e.      Merusak masa depan generasi berikutnya karena mereka tidak dapat menikmati potensi alam yang sudah dirusak oleh generasi sebelumnya.
Kita dapat memperkirakan kemungkinan yang akan terjadi pada hari yang akan datang dengan memerhatikan kondisi saat ini.Misalnya polusi akibat asap dari zat-zat pembakaran minyak tanah,bensin,solar,ataupun asap pabrik yang secara tidak langsung mencemari udara sehingga akan memengaruhi kesehatan manusia terutama paru-paru manusia.
Kita juga dapat memperhitungkan kerusakan yang akan timbul dilautan.Kapal tanker besar yang membawa berbagai jenis minyak dan kemudian bocor di laut serta limba-limba pabrik yang mengalir melalui sungai-sungai menuju lautan mengakibatkan banyaknya ikan yang mati dan lambat laung mungkin akan punah.
Dalam keterkaitan itu lahir keserasian dan keseimbangan dari hal yang terkecil hingga yang besar.Apabila salah satu bagian tidak berfungsi dengan baik atau menyimpan dari jalan yang seharusnya ditempuh,akan berdampak negative pada yang lain.Hal ini berlaku terhadap alam raya dan manusia sebagai hukum alam yang ditetapkan Allah tidak mengalami perubahan (Sunnatullah).
Manusia  yang menyimpan dari ketentuan hukum Allah dalam batas tertentu,menjadikan keadaan sekelilingnya baik alam maupun manusia ikut terganggu.Hal itu akan menimbulkan krisis dalam kehidupan masyarakat serta gangguan interaksi social mereka.Misalnya,krisis moral,hilangnya kasih sayang,timbulnya kekejaman,kezaliman,bahkan lebih dari itu akan terjadi musibah dan bencana alam.
Pada ayat 42,Allah memerintahkan kepada manusia supaya mengadakan perjalanan di muka bumi,diharapkan dapat memerhatikan bagaimana kesudahan orang-orang terdahulu.Selanjutnya,mereka dapat mengambil pelajaran dari tingkah laku dan perbuatan mereka melalui pengamatan langsung,penelitian peninggalan sejarah,atau media lainnya.Di antara mereka itu ada yang memperoleh kejayaan dan ada pula yang mengalami kerugian,penderitaan,kesengsaraan akibat kerusakan atau bencana yang menimpah mereka.Ada yang beriman dan taat kepada Allah,tetapi ada pula yang kafir,munafik,dan fasik

KESIMPULAN

Dalam Kehidupan sehari-hari kita banyak melihat kerusakan yang terjadi di lingkungan kita,baik yang diakibatkan oleh manusia maupun peristiwa alam.Oleh karena itu Allah menghendaki agar kita bisa merasakan sebagian dari akibat perbuatan kita sendiri, agar kita bisa kembali ke jalan yang benar.





































DAFTAR PUSTAKA

Kebenaran Qur’an Hadist MA 2.2008.Tiga Serangkai.
Kumpulan hadist.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar